SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Untuk menghindari mahar politik, Ketua DPRD Kotawaringin Timur HM Jhon Krisli cenderung mengambil langkah untuk maju di pilkada menggunakan perahu jalur perseorangan atau independen.

Selain menghindari mahar politik di sisi lain tidak ada beban untuk mengembalikan modal. Apalagi ia sudah berpengalaman saat mencalon jadi Walikota Palangka Raya lalu.

"Saya maju ini jangan sampai seperti kejadian di pencalonan walikota yang menggunakan mahar," kata Jhon, Selasa, 11 Juni 2019.

Jhon Krisli mengatakan, apabila ada calon yang mengakui sudah memiliki modal hingga puluhan miliar untuk maju ini maka patut jadi perhatian. 

Sebab nantinya ketika menjabat orientasi utama itu tidak lagi sebagai pelayan  masyarakat. Namun lebih cenderung memikirkan mengembalikan modal.

--page

"Misalnya habis uang Rp 40 miliar untuk mencalonkan Bupati, saya yakin saat menjabat pikiran pokoknya adalah bagaimana cara kembalikan uang itu. Sementara gaji bupati kita tahu sendiri tidak seberapa," tegasnya.

Jhon mengakui, maju dikonstelasi pilkada  ini  sangat berat, terlebih jika dibanding dengan pileg sangat jauh perbedaaanya. Untuk urusan partai saja kalau masih menggunakan mahar tidak kurang dari Rp 3-4 miliar.

"Kemudian biaya saksi seluruhnya, per saksi paling murah itu Rp 500 ribu dikalikan seluruh TPS paling sedikit habis Rp1 miliar. Belum lagi biaya sosialisasi kampanye paling minim Rp 2 miliar," bebernya. (NACO/B-5)