BORNEONEWS, Palangka Raya - Perkembangan inflasi dan indeks harga konsumen (IHK) meningkat pada 2019 ini. Kenaikan inflasi tersebut tercatat sejak April 2019 hingga Mei 2019 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Indeks harga konsumen (IHK) adalah indeks yang menghitung harga rata-rata barang dan jasa yang telah dikonsumsi konsumen. IHK juga merupakan ukuran yang dapat memberi informasi tentang rata-rata konsumsi konsumen akan barang dan jasa dari kelompok tertentu seperti transportasi, makanan dan obat medis.
Selama periode Mei 2019, inflasi yang terjadi di Palangka Raya sebesar 0,55 persen atau bisa dibilang, Kota Palangka Raya mengalami kenaikan indeks harga dari 132,98 pada April 2019, meningkat menjadi 133,71 di bulan Mei 2019.
Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofri mengatakan Inflasi di Kota Palangka Raya dipengaruhi beberapa faktor yakni indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,56 persen, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,03 persen, serta kesehatan sebesar 0,27 persen.
“Secara umum, inflasi yang terjadi di Palangka Raya di Mei 2019 itu dipengaruhi beberapa hal. Sehingga mengalami inflasi pada Mei 2019 sebesar 0,55 persen, sedang kan inflasi yang terjadi di tahun kalender atau tahun 2019 ini sebesar 1,40 persen,” ujar Yomin, Selasa, 11 Juni 2019.
--page
Selain itu, dari data survey yang dilakukan oleh BPS Kalteng, beberapa faktor yang mempengaruhi inflasi di Kota Palangka Raya, diantaranya, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau di kota Palangka Raya meningkat dari IHK sebesar 140,12 pada April 2019 menjadi 140,31 pada Mei 2019 atau mengalami indlasi sebesar 0,14 persen.
Kemudian, pengeluaran akan sandang meningkat dari IHK sebesar 126,62 pada April 2019 menjadi 126,64 pada Mei 2019, atau mengalami inflasi sebesar 0,02 persen pada Mei 2019 sedangkan inflasi pada tahun 2019 inflasi pada sandang mencapai 1,20 persen.
Tidak hanya itu, Kota Palangka Raya juga mengalami Deflasi atau penurunan di beberapa faktor. Di antaranya Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar yang mengalami deflasi sebesar 0,04 persen. Kemudian ada Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga mengalami deflasi sebesar 0,18 persen pada Mei 2019.
“Meski mengalami sejumlah deflasi di beberapa faktor, namun hal tersebut tidak begitu mempengaruhi, karena tingkat inflasi masih lebih banyak,” tandasnya. (AGUS/B-11)








