MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Sejumlah desa di sekitar PLTMG Bangkanai belum menikmati listrik. Yakni Desa Hargandang, Desa Muara Pari, Desa Rahaden, Desa Bengahon, Desa Hurung Enep, dan Desa Muara Inu.

Terkait itu, Anggota DPRD Barito Utara, Suriannor, Rabu, 12 Juni 2019 mengatakan, desa tersebut jangan hanya dijadikan penonton. Apalagi, akses jalan telah dibuka. Secepatnya perlu ada jaringan listrik di desa-desa tersebut.

“Kita harapkan hal ini bisa menjadi prioritas. Dengan masuknya listrik ke desa-desa di ring 1 ini, tentunya sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi masyarakat desa,” kata Suriannor.

Dia mengatakan, warga desa sekitar ring I PLTMG sangat mengharapkan aliran listrik. Apalagi, jaringan dari PLTMG justru sudah masuk lebih dahulu secara interkoneksi ke daerah lain di Kalteng, bahkan sampai ke Kalsel dan Kaltim.

Suriannoor mengatakan, warga menagih janji PLN, yang akan membangun jaringan listrik pada pertemuan dengan pemkab dan DPRD.

--page

“Jika dianggap perlu, kami akan memanggil PLN untuk hearing terkait masalah ini,” kata Surianoor.

Sementara itu, sistem kelistrikan Kalteng, Kalsel, dan sebagian Kaltim mendapat jaringan transmisi 155 mega watt (MW) dari PLTMG Bangkanai. Transmisi ini menghubungkan Bangkanai - Muara Teweh - Buntok - Tanjung. PLTMG Bangkanai merupakan pembangkit peaker pertama di Kalteng yang menggunakan Compressed Natural Gas (NTG). (RAMADHANI/B-11)