PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemkab Kotawaringin Barat melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi akan memberikan pembinaan kepada pedagang yang menutup rukonya di Pasar Rakyat Pangkalan Bun.

"Tutupnya ruko tentu banyak faktor. Akan tetapi jika berlarut-larut tidak ada aktivitas maka akan kami berikan pendekatan persuasif dan kita bina. Akan kami dengarkan keluhannya untuk dijadikan pertimbangan," kata Kabid Pengelolaan Pasar Disperindagkop Kobar, Suradi, Kamis, 13 Juni 2019.

Dia menjelaskan, ruko tersebut masih dalam masa pemeliharaan, dan belum dihibahkan ke pemerintah daerah.

"Ruko gratis itu bukan untuk selamannya, jika nanti sudah dihibahkan maka akan dikenai retribusi," jelasnya.

Adapun terkait kekurangan fasilitas karena terbentur dengan anggaran. Targetnya, tahun depan ada perbaikan sanitasi.

--page

"Memang masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Rencananya di tahun 2020 nanti, akan kami kerjakan sanitasinya supaya lancar," kata dia.

Adapun gejolak pengunjungnya sepi itu sudah menjadi hukum pasar. Karena di pasar rakyat saat ini fluktuatif, artinya pengunjung tidak selalu ramai. Jadi sudah menjadi hukum pasar jika pembeli sedikit karena ketersediaan barang tidak lengkap.

"Masih mending sekarang itu ada pasar rakyat, pengunjung lumayan, kalau dulu masih sepi. Sekarang sudah mulai ramai, ya nanti akan saya coba komunikasikan agar pedagang menambah jenis dagangannya," pungkasnya. (DANANG/B-11)