BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Kotawaringin Barat telah membagikan kios di Pasar Rakyat Pangkalan Bun secara gratis kepada pedagang.
Berdasarkan peraturan daerah jika kios tutup selama 2 bulan berturut – turut, maka hak penempatan kios akan dicabut.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Dinas Peridusterian Perdagangan dan Koperasi atau Disperindaop Kobar, Suradi mengatakan berdasarkan Perda No 3 Tahun 2018 perubahan atas Perda No 9 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Pasar Derah.
Pedagang dilarang meninggalkan aktivitas jual beli pada kios, los atau bak yang menjadi haknya selama 2 bulan berturut – turut atau 180 hari.
“Sesuai Perda, bagi yang melanggar ketentuan ini maka penempatan kios, los atau bak dapat dicabut oleh bupati melalui dinas yang membidangi pasar,” ujarnya kepada Borneonews, Jumat 14 Juni 2019.
--page
Pantauan Borneonews dan informasi dari pedagang, total ada 16 Kios di pasar ini, namun hanya 8 Kios yang buka, sedangkan sisannya 8 kios sudah lama tidak buka lantaran sepi pengunjung.
Sardi mengungkapkan tutupnya kios bisa jadi karena sedang mudik dan belum balik. Jika pengunjung sepi itu sudah menjadi hukum pasar. Bila jenis dagangan sedikit maka pengunjung sepi.
“Nanti masalah ini akan kita bahas dan akan kita komunikasikan dengan pedagang agar membuka lagi tokonya dan kita beri pembinaan secara persuasif,” ujarnya.
Dia menjelaskan digratiskannya retribusi pasar bagi pedaganag karena pasar ini masih milik Kementerian Perdagangan. Sumber dananya dari pusat. Jadi pemerintah daearah tidak ada hak untuk menarik retribusinya.
“Pengelolaan pasarn belum dihibahkan. Jadi pedagang belum kena retribusi. Selama belum ada hibah kita dilarang memungut. Saat ini masih tahap pemeliharaan bangunan selama 6 bulan dan berakhir Juni 2019,” ungkapnya.
--page
Dia menyampiakn jika nanti proses pemeliharaannya sudah selesai baru akan dimintakan proses hibah dari kementerian.
Kata dia, adapun fasilitas sarana dan prasarana itu terbentur dengan anggaran, sehingga pengerjaannya bertahap. Untuk di 2020 akan dilakukan pengerjaan lingkungannya terlebih dulu.
“Tahun depan kita perbaiki, termasuk sanitasinya agar pembuangan limabahnya teratur dengan baik,” tegasnya. (DANANG/B-6)








