PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendapat tantangan dari Kementerian Pertanian untuk menanam jagung dengan luasan 100 ribu hektare. 

Tantangan tersebut diyakini mampu tercapai, apalagi saat ini sudah 50 ribu Iebih hektare lahan yang ditanami jagung. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Holtikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti mengatakan, semua jagung yang ditanam pada lahan dengan luasan itu merupakan jagung jenis pakan ternak. 

"100 ribu hektare itu jenis jagung pakan ternak karena konsumsi jagung manis masih terbatas," kata Sunarti. 

Ia menuturkan, alasan terbatasnya konsumsi jagung manis itu karena jumlah penduduk di Bumi Tambun Bungai masih kecil. Sehingga, apabila semua ditanami jenis jagung manis, diyakini akan sulit mendapatkan pasaran. 

--page

"Kalau untuk pakan ternak sekarang kita kurang jagungnya saja. Kita juga sudah kerjasama dengan sebuah PT untuk pakan ternak itu," ungkapnya. 

Meski kekurangan jagung, ia menyebut jumlah ternak di Kalteng masih belum begitu tinggi. Ini juga menjadi tantangan pihaknya dalam meningkatkan angka peternakan. 

"Karena selama ini contoh untuk ayam, sebagian masih dari Banjarmasin, Kalsel," tuturnya. 

Sementara itu, terkait jagung manis, wilayah Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Palangka Raya masih diunggulkan. 

Bahkan pada Jumat, 14 Juni 2019 sore tadi, Sekda Kalteng Fahrizal Fitri memimpin panen jagung di Kalampangan untuk kebutuhan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia atau MURI 62 ribu tongkol jagung.

--page

Sunarti bersama pejabat lainnya juga ikut memanen. Rencananya pusat acara memecahkan rekor MURI akan berlangsung di Bundaran Besar Palangka Raya pada Minggu, 16 Juni 2019. (BUDI YULIANTO/B-2)