BORNEONEWS, Sukamara - Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara diingatkan untuk tetap waspada terhadap stunting. Pasalnya, penderita stunting di Kalimantan Tengah telah mencapai 30 persen dari jumlah bayi.
"Stanting adalah isu nasional. Provinsi Kalimantan Tengah ini ada 30 persen lebih bayi atau generasi penerus kita yang terkena stunting," ucap Bupati Sukamara Windu Subagio, Selasa, 18 Juni 2019.
Menurut Windu, angka penderita stunting saat ini sudah berada di atas rata-rata nasional. Sehingga perlu ada perhatian serius agar jumlah penderita tidak terus bertambah.
"Memang di Kabupaten Sukamara masih kecil, tetapi kita harus tetap waspada," ujar Windu.
Bupati berharap, penanggunalan stunting jelas dan terarah. Sehingga penderita yang mengalami hambatan terhadap tumbuh kembangnya, yang menyebabkan anak tidak bisa memiliki tinggi badan ideal sesuai usianya, bisa diatasi dengan tepat.
--page
"Penanggulangan stunting ini harus jelas. Secara data berapa jumlah anak kita yang terkena stunting dan apa yang harus dilakukan?," sebut Windu.
Sebelumnya, Wakil Bupati Sukamara Ahmadi meminta Dinas Kesehatan fokus dalam mengelola anggaran, termasuk dalam mengatasi permasalah stunting.
"Angaran yang diterima itu 10 persen. Fokusnya dengan anggaran sebesar itu tidak ada lagi stunting di wilayah kita," ujar Ahmadi. (NORHASANAH/B-3)








