KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Sudarsono, seorang kakek berusia 60 tahun, nekat keliling ke seluruh wilayah provinsi di Kalimantan dengan berjalan kaki mengampanyekan perdamaian.

Sudarsono merupakan warga Jalan Barito Gang 4 Kelurahan Selat Tengah Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Pada Selasa siang, 18 Juni 2019, Sudarsono berjalan kaki dengan membawa bendera merah putih serta spanduk yang bertuliskan seruan perdamaian di Indonesia tiba di Kasongan ibu kota Kabupaten Katingan.

Spanduk dipasangkan di bagian depan dan belakang tubuhnya. Spanduk tersebut bertuliskan 'Marilah bersatu menyongsong masa depan Indonesia rukun dan santun'.

Pada spanduk bagian bawah tampak ada tulisan Kab Kapuas.

--page

Saat diwawancari borneonews.co.id Sudarsono mengatakan, ia berjalan kaki sudah sejak 17 April 2019 tepatnya saat pelaksanaan pemilu 2019 untuk memilih presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif.

"Saya menjalankan misi perdamaikan dalam rangka Pilpres. Dan berangkat tanggal 17 April 2019 jam 12 dari Kapuas menuju Banjarmasin," katanya.

Hingga hari ini total perjalanannya sudah terhitung 63 hari.

Sudarsono mengaku selepas dari wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, ia kemudian melanjutkan perjalannya menuju wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat. Dari wilayah Kalbar dilanjutkan kembali lagi ke Kalteng.

"Dan hari ini sudah sampai Kasongan," katanya.

--page

Sudarsono mengaku dirinya akan menempuh perjalannan dari Kasongan - Palangka Raya. Diperkiraan akan sampai di Palangka Raya pada Kamis lusa.

"Saya kalau sampai Palangka Raya mau menemui Pak Gubernur untuk minta doa restu berangkat ke pulau Jawa," kata Sudarsono yang mengaku berasal dari Semarang, Jateng ini.

Menurut Sudarsono, yang mengaku selama ini bekerja sebagai teknisi listrik ini, ia merasa tergugah menjalankan misi perdamaian ini. Sebab sebagai warga Indonesa dirinya mengaku prihatin melihat pesta demokrasi di Indonesia sepeti bahaya mau perang, terutama di media sosial. 

"Bahasanya tidak santun. Untuk itu saya jalan kaki dan menyerukan kepada masyarakat marilah bersatu," kata dia.

Sebab, katanya, damai itu indah. "Saya tujukan kepada masyaraat luas, marilah membangun untuk kebersamaan Indonesia lebih baik walau berbeda pilihan."

--page

Sementara, mengenai tujuannya yang hendak ke Jawa, ia mengaku bakal ke Jakarta untuk menyampaikan kepada para elite politik agar mengembalikan mata pelajaran PMP atau Pendidikan Moral Pancasila.

"Karena sekarang sudah miskin moral," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-5)