PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Teknologi biogas mendongkrak produksi palm kernel oil di Pabrik Kelapa Sawit Suayap hingga 12.027 ton pada kuartal pertama 2019. Pabrik ini milik PT Mendawai Mitra Sejati yang merupakan anak perusahaan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS. 

“Sedangkan produksi kuartal pertama 2018 hanya 8.257 ton,” kata Manajer Biogas SSMS Andi Camalata.

Ia mengatakan itu saat menerima kunjungan staf pengajar dan mahasiswa Universitas Sumatera Utara atau USU, di Suayap, Selasa 18 Juni 2019. Lima tamu dari Fakultas Pertanian itu memilih SSMS sebagai lokasi studi orientasi lapangan. Mereka akan mengkaji beberapa hal terkait teknologi budidaya dan pengelolaan perkebunan berkelanjutan dan program High Conservation Value atau HCV. Dalam kunjungan selama dua hari itu mereka juga akan mengkaji pengelolaan limbah kelapa sawit.

Lebih lanjut Andi menjelaskan, pada kuartal pertama 2018 pabrik ini belum menggunakan teknologi biogas. Saat itu pabrik masih menggunakan solar dan cangkang untuk menghasilkan daya listrik.

“Penggunaan biogas pada kuartal pertama 2019 terus menurunkan penggunaan solar hingga 11.164 liter. Sedangkan periode sama tahun sebelumnya menggunakan 65.564 liter solar. Begitu juga penggunaan cangkang yang terus menurun hingga 0 ton daripada tahun sebelumnya 1.307 ton,” jelas Andi.

--page

Ia mengatakan, ini tentu menguntungkan perusahaan karena operasionalisasi pabrik lebih efisien.

"Tiap satu kubik gas akan menghasilkan dua kilowatt listrik. Kini pabrik bisa mendapat pasokan listrik selama 24 jam yang berdampak pada efisiensi operasionalisasi," kata Andi.

Ia menambahkan, teknologi biogas ini juga untuk mengolah limbah hasil pabrik. Limbah tersebut aman bagi lingkungan dan siap diaplikasikan ke kebun.

“Satu kubik limbah yang diolah rata-rata mampu menghasilkan 40 kubik gas,” tambahnya.

Dalam kesempatan sama Direktur Komersial SSMS Ramzi Sastra mengatakan, isu negatif terkait lingkungan dan limbah sudah selesai. Ini karena pabrik menggunakan teknologi biogas. 

--page

"Perusahaan kami terus berupaya untuk tetap memperhatikan dan menjaga lingkungan," kata Ramzi.

Catatan Borneonews, pengoperasian teknologi biogas pada pabrik di  Desa Umpang, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat ini dimulai pada awal 2019. 

Sedangkan proyek pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit (palm oil mill effluent/POME) menjadi biogas ini dimulai sejak 2017. Biogas ini akan menjadi bahan bakar untuk menggerakkan generator yang kemudian menghasilkan listrik.

SSMS mengalokasikan dana investasi sekitar Rp50 miliar untuk satu unit power plant berbahan bakar biogas ini. (AINUN DAZIFATUS/m)