BORNEONEWS, Sampit - Potensi pengembangan sapi di Kabupaten Kotawaringin Timur sangat besar, namun hingga saat ini Kotim masih ketergantungan terhadap pasokan daging Sapi dari luar daerah.
Anggota Komisi II DPRD Kotim, H Abdul Kadir mendorong untuk menggenjot produksi peternakan lokal sehingga bisa menghentikan ketergantungan pasokan sapi dari luar daerah.
"Kita harus menggenjot produksi sapi lokal. Karena potensi pengembangannya sangat luar biasa di daerah kita," kata politisi Golkar tersebut, Sabtu 22 Juni 2019.
Lanjut Kadir, potensi peternakan di daerah ini sangat luar biasa sehingga harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten.
Pemerintah kata dia tidak hanya mendukung peternak lokal, akan tetapi juga harus mendorong perkebunan besar swasta kelapa sawit untuk ikut mengembangkan peternakan sapi mengingat pakan ternak sangat melimpah di areal perkebunan.
--page
"Pemkab Kotim harus melakukan berbagai cara untuk meningkatkan produksi sapi oleh peternak lokal," tegasnya.
Termasuk dengan terus meningkatkan apa yang sudah dilakukan saat ini seperti permodalan, bibit sapi, penggemukan hingga inseminasi buatan atau kawin suntik.
Seperti diketahui kebutuhan daging sapi di Kotim pada hari-hari biasa antara 8-9 ekor atau berkisar 250-300 kilogram per bulan. Sedangkan pada hari-hari besar keagamaan, kebutuhan meningkat menjadi 12-15 ekor. (NACO/B-2)








