BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Donor darah selain membantu sesama manusia yang sedang membutukan transfusi juga merupakan lifestyle atau gaya hidup yang bagus untuk kesehatan bila dilakukan dengan rentang waktu yang aman.
Hal iniu dikatakan Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kobar yang juga merupakan Kepala Puskesmas Kumai dr Abimanyu, Minggu, 23 Juni 2019 dalam kegiatan donor darah di Taman Kota Manis, Bundaran Pancasila saat car free day (CFD).
Menurutnya donor darah ini merupakan rangkaian peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang biasanya setiap tahun diperingati setiap 14 Juni.
"Dengan kampanye ini kita berupaya memggugah kesadaran masyarakat, terutama kaum millenial yang berusia 17 hingga 30 tahun menjadikan donor darah merupakan bagian dari lifestyle atau gaya hidup," jelasnya.
Saat ini bila dibandingkan dengan daerah lain antusias masyarakat Kobar untuk mendonorkan darah masih agak tertinggal.
--page
"Karena masih banyak masyarakat kita yang takut dengan jarum dan alasan lain, sehingga tidak berani mendonorkan darahnya," imbuhnya.
Sebenarnya menurut Abimanyu untuk Kobar dalam sebulan memerlukan sekitar 550 kantong darah. "Saat ini kita baru bisa memenuhi 80 persen dari target atau sekitrar 400 kanting saja," ucapnya. Dalam kegiatan kali ini pihaknya menargetkan sekitar 65 kantong darah.
"Target kita dalam 1 kali kegiatan donor memang tidak banyak lantaran adanya masa kadaluarsa dari darah itu sendiri. Rata-rata masa kadaluarsa sekitar 25 hari. Untuk kualitas darah lebih baik adalah darah yang masih baru atau sebelum 5 hari penyimpanan, karena trombositnya maaih bagus," jelasnya.
Kepala Markas PMI Kobar, Wagiman akan mengintensifkan mencari pendonor darah dari kalangan pejabat hingga masyarakat.
"Kami rencananya akan menemui bupati. Harapannya nanti ada instruksi pada jajarannya untuk rutin mendonorkan darah," jelasnya. Pihaknya juga akan lebih sering menggelar kegiatan donor darah di lokasi CFD.
--page
"Berdasarkan pengamatan kami, kurangnya antusias mendonorkan darah lantaran tidak ada pihak atau orang yang mengajak. Jadi sebagai bentuk ajakan donor darah, maka kegiatan di CFD ini bakal kita intensifkan," jelasnya.
Karena menurutnya PMI Kobar selain menyediakan darah bagi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun juga mensuplai darah bagi RSUD Lamandau.
"Karena di Lamandau ada PMI, namun tidak ada UDD, sehingga mereka sudah menjalin kerja sama dengan kita untuk memenuhi ketersediaan darah di wilayah mereka," tandasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)








