SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Selama ini sampah menjadi bahan yang dihindari oleh banyak orang. Namun tidak bagi ibu-ibu Bhayangkari Polres Kotawaringin Timur. Karena mereka menyulap sampah menjadi bahan berharga.

Bahkan cukup bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Ide ini digagas Ketua Bhayangkari Polres Kotim Candra Kartika Arini Rommel dengan maksud agar sampah plastik dan botol bekas di kalangan para istri polisi bisa bermanfaat dan lingkungan selalu bersih.

"Gagasan ini kami buat agar sampah yang dibilang kotor dan menimbulkan penyakit bisa bermanfaat, sehingga tidak dibuang sembarangan nantinya," ujar Kartika saat memamerkan hasil karya sampah diacara Fun Bike Bhayangkara, Minggu, 23 Juni 2019.

Kerajinan dari sampah yang dibuat oleh para ibu-ibu ini berupa sopa, kursi dan meja. Hal ini tentunya sangat jarang dilihat dan bahkan diluar pemikian.

Apalagi sopa merupakan benda yang harus memiliki kekuatan, karena menjadi tempat duduk. Namun dari kreativitas bagi para ibu-ibu Bhayangkari ini maka botol dan kantong kresek bekas bisa mereka buat menjadi tempat duduk. Walau belum bisa meberikan penampilan yang sangat menarik.

--page

"Jadi sampah dan botol bekas kami buat menjadi sofa, kursi, dan meja. Semua sudah kami pakai di kantor Bhayangkari saat ini," katanya.

Sofa, kursi, dan meja dibuat dengan cara memasukan ratusan sampah plastik ke dalam botol. Semuanya dipadatkan hingga kuat. Setelah itu dirangkai dengan bentuk sesuai dengan keinginan.

"Jadi sampah plastik kami masukan ke dalam botol hingga padat. Itu akan menjadi kuat. Setelah itu baru kami rangkai dengan bentuk sofa, kursi, dan meja," terangnya.

Dalam satu botol bekar berukuran tanggung akan diisi sekitar 100 bungkus plastik ukuran kecil hingga bisa menjadi padat.

Jika plastik ukuran besar, hanya 50 bungkus saja. Semua plastik tersebut dimasukan ke dalam botol hingga padat.

--page

"Yang penting plastik dipadatkan di dalam botol tersebut, sehingga bisa lebih kuat dan aman untuk duduk bagi anak-anak maupun orang dewasa," katanya.

Nantinya hasil karya mereka ini akan dipamerkan kepada masyarakat. Sebagai contoh agar bisa memanfaatkan sampah menjadi bahan yang bermanfaat. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)