BORNEONEWS, Sampit - Wakil Bupati Kotawaringin Timur, HM Taufiq Mukri menegaskan daerah diuntungkan dalam penyertaan modal kepada Bank Pembangunan Kalteng. Tahun ini Kotim akan menyertakan modal sebesar Rp 39 miliar.
Taufiq mengatakan, manfaat penyertaan modal pemerintah daerah pada Bank Pembangunan Kalimantan Tengah untuk meningkatkan daya saing dan pengembangan produk layanan bank. Kemudian, juga untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
Pendapatan itu bersumber dari bagian laba atas penyertaan modal atau dividen. Sebagaimana gambaran dengan penyertaan modal pada Bank Pembangunan Kalimantan Tengah dari 2013 sampai dengan tahun 2018, daerah mendapatkan laba sebesar Rp 43 miliar.
Taufiq mengatakan, kewajiban setoran penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Kotim pada Bank Pembangunan Kalimantan Tengah tertuang dalam peraturan daerah Kabupaten Kotim Nomor 6 Tahun 2013 tentang penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Kotim pada bank tersebut.
Sesuai dengan tahapan, perda yang ada berakhir pada tahun 2018 berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa yang dilaksanakan pada tanggal 15 November 2018.
--page
Bank Pembangunan Kaliteng perlu penambahan modal untuk meningkatkan daya saing, mendukung perluasan cakupan usaha, dan pengembangan produk layanan. Serta dalam rangka turut membantu dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kotawaringin Timur.
"Dari dividen dengan pendapatan asli daerah yang makin meningkat maka belanja daerah dapat lebih ditingkatkan lagi, untuk membiayai pembangunan daerah," pungkasnya. (NACO/B-11)








