PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hotspot yang berpotensi memicu bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai muncul. Terkait itu, status siaga sudah ditetapkan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). 

Komandan Satgas Karhutla Kobar yang juga Dandim 1014 Pangkalan Bun, Letkol Inf Muhammad Roni Sulaiman, Kamis, 27 Juni 2019 menjelaskan tujuan penetapan status siaga tersebut.

"Agar begitu diketahui munculnya api di lapangan, anggota Satgas Karhutla langsung beraksi untuk melakukan pengecekan, hingga pemadaman," kata Roni Sulaiman.

Dia mengatakan, untuk mencegah potensi karhutla, pihaknya tidak bisa semata mengandalkan pantauan atau deteksi satelit.

"Beberapa kali ditemui, berdasarkan hasil deteksi satelit, tidak ditemukan hotspot. Tetapi dilapangan ada titik api yang muncul," kata dia.

--page

Dandim Pangkalan Bun juga mengharapkan bantuan dari masyarakat untuk pencegahan karhutla. Karena hal ini bukan tanggungjawab satgas semata.

"Bantuan tersebut berupa inisiatif melaporkan kepada petugas TNI/Polri atau perangkat desa/kelurahan setempat, bila mengetahui adanya titik api," pungkas dia. (WAHYU KRIDA/B-11)