PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalteng, Yuel Tanggara menilai untuk mewujudkan reformasi birokrasi perlu perubahan pola pikir.

“Perubahan pola pikir dan budaya kerja dalam konteks reformasi birokrasi sangat penting. Ini yang menjadi sebuah pertaruhan besar bagi bangsa indonesia dalam menyongsong tantangan pelayanan di abad ke-21,” ucapnya saat membuka rencana aksi reformasi birokrasi di aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis, 27 Juni 2019.

Dia yakin pemerintahan yang profesional dan berintegritas tinggi akan mampu menyelenggarakan pelayanan prima kepada masyarakat dan manajemen pemerintahan yang demokratis. 

“Untuk mencapai semua ini diperlukan upaya luar biasa untuk menata ulang proses birokrasi dan aparaturnya dari tingkat tertinggi hingga terrendah,” tambahnya.

Yuel menilai perlunya suatu perubahan paradigma yang ada dipegawai pemerintahan. Selain itu perlu juga ditemukannya terobosan atau pemikiran baru terkait pelayanan birokrasi.

--page

"Di luar kebiasaan atau rutinitas perlu terobosan atau pemikiran baru, juga diperlukan perubahan pola pikir dan budaya kerja," tandasnya. (HERMAWAN DP/B-6)