BORNEONEWS, Sampit - Ratusan masyarakat menghadiri Tabligh Akbar Kebangsaan dan Deklarasi Anti Kerusuhan, yang digelar Polres Kotawaringin Timur (Kotim) di Ikon Patung Jelawat, Kota Sampit, Minggu, 30 Juni 2019 malam.
Kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT ke-73 Bhayangkara yang jatuh setiap tanggal 1 Juli.
Ratusan masyarakat yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Sampit, tetapi juga dari beberapa kecamatan luar kota, seperti Mentaya Hilir Selatan, Telawang, dan sejumlah kecamatan lainnya.
Masyarakat yang datang kemudian mendengarkan ceramah yang disampaikan Ustadz Ahmad Rayan Zuhdi Abrar, pengasuh Pondok Pesantren Darul Amin Sampit, yang juga pimpinan Majelis Tsanaul Khair.
Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel saat menyampaikan sambutan, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan utama menjalin silaturahim dengan masyarakat.
--page
"Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi sebuah pengikat dan peningkat tali silaturahim antarsesama, tanpa memandang pangkat, jabatan, maupun golongan," ujar Rommel.
Kapolres juga berharap, kegiatan itu bisa menambah ilmu agama bagi masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Sedangkan Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri yang turut hadir dalam kegiatan itu, mengungkapkan bahwa Tabligh Akbar Kebangsaan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena dengan adanya kegiatan ini bisa selalu meningkatkan kebersamaan dan menghilangkan perbedaan.
"Kesatuan dan persatuan sangatlah penting kita tingkatkan. Jangan sampai kita bercerai-berai hanya karena masalah sepele, hingga menjadikan perpecahan. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, situasi kamtibmas selalu terjaga dengan baik," harap Taufiq. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)








