SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bahasa Dayak Sampit yang saat ini mulai dihidupkan kembali dianggap memiliki nilai pendidikan karakter.

Hal itu muncul setelah sejumlah mahasiswa di Kabupaten Kotawaringin Timur melakukan penelitian. Dengan maksud agar pemerintah daerah bisa menggiatkan melalui kurikulim pendidikan. 

"Penelitian kami lakukan selama tiga bulan di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Baamang dan Seranau. Karena di sana masyarakat masih banyak menggunakan bahasa Dayak Sampit. Sehingga kami melakukan penelitian selama tiga bulan terakhir dan ternyata bahasa Dayak Sampit memiliki nilai pendidikan karakter," ujar Winarti, ketua tim peneliti Bahasa Dayak Sampit yang juga mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiah Sampit yang melakukan penelitian, Senin, 1 Juli 2019. 

Masa sekarang ini bahasa Dayak Sampit merupakan bahasa yang sangat jarang sekali digunakan untuk berkomunikasi, khususnya di kalangan anak muda.

Hanya di wilayah tertentu saja ada warga yang masih menggunakan bahasa asli daerah. Bahkan tidak ada referensi bagi anak muda maupun orang tua yang ingin mempelajari bahasa tersebut. 

--page

"Kami sangat prihatin dengan adanya hal ini, dan kami akan berupaya agar pemerintah bisa memperjuangkan agar bahasa Dayak Sampit ini bisa masuk ke dalam kurikulum pendidikan di Kotim ini," katanya. 

Sementara penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui metode observasi, wawancara, serta dokumentasi.

Mereka ini menemukan empat nilai pendidikan karakter terkandung di dalam Bahasa Dayak Sampit, yakni jujur, bersahabat, atau komunikatif, cinta damai dan disiplin. 

Sementara itu Dosen Pembimbing Fatimah Setiani menerangkan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan tindak lanjut dari penelitian sebelumnya. Yang telah menghasilkan kamus kecil bahasa Dayak Sampit. 

"Hasil penelitian ini nantinya akan kami upayakan menerbitkan buku dengan judul Bekesah Uluh Tsbela Manokep Bahasa Sampit. Kami akan distribusikan ke pemerintah, budayawan, dan akademisi. Agar bisa dikaji dan menjadi bahan pertimbangan," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)