BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan umum antarkota antarprovinsi atau AKAP jenis kendaraan bus Yessoe KH 7121 GI terjadi di jalan Trans Kalimantan Km 39, Desa Penopa, Kecamatan Lamandau, kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Senin, Juli 2019.
Peristiwa lakalantas terjadi sekira pukul 10.00 WIB. Bus jurusan Pontianak-Sampit ini membawa 43 penumpang dan 2 sopir. Dari 45 orang itu 3 penumpang dinyatakan meninggal, sedangkan 40 orang lainnya mengalami luka-luka.
Agus Prayuda, 30, salah seorang penumpang yang mengalami luka ringan dan kini dirawat di RSUD Lamandau bercerita bahwa sopir bus Ysssoe memang mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan.
Bahkan sepajang jalan dari Pontianak sudah beberapa kali diingatkan langsung oleh penumpang untuk tidak kebut-kebutan, namun tidak diindahkan.
"Memang ngebut pak. Sopirnya ugal-ugalan. Kami beberapa kali minta sopir jalan pelan-pelan saja, tapi tidak didengar," cetusnya.
--page
Agus menyebut bus yang ditumpanginya itu bertolak dari Pontianak Minggu malam tepatnya pukul 21.00 WIB.
Selama di perjalanan ada juga beberapa penumpang yang mengeluh karena sopir mengemudikan bus dengan kecepatan tinggi. Padahal jalanan medan jalan banyak berbelok dan sempit.
"Pelan-pelan saja pak sopir yang penting selamat," ujar Agus menirukan penumpang lain yang mengingatkan sopir untuk tidak kebut-kebutan.
Namun beberapa saat pelan kemudian ngebut lagi. Hal senada diungkapkan penumpang selamat lainnya bernama Yunus.
Menurutnya, sang sopir mengemudikan bus secara ugal-ugalan, sekalipun jalanan yang dilewati cukup berbahaya karena banyak belokan dan areanya perbukitan curam.
--page
"Jalan kan banyak belokan, bergelombng pula, tetap saja sopir ni ngebut, termasuk tadi saat terjadi kecelakaan, dia kan ngebut pas ada belokan," ujarnya.
Diketahui, bus Yessoe yang terlibat kecelakaan maut itu mengangkut rombongan penumpang yang kesemuanya berasal dari Sumatera Utara.
Rombongan tersebut bermaksud akan bertolak ke Sampit untuk menjadi karyawan di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit. (HENDI NURFALAH/B-6)








