BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, H Rudianur mengungkapkan sejumlah temuan mereka di lokasi pasar Eks Mentaya. Salah satunya dijadikan sebagai tempat maksiat.
“Kami sayangkan pasar Eks Mentaya itu jadi tempat maksiat saja, selain itu juga untuk tempat buang air kecil," kata Rudianur, Selasa, 2 Juli 2019.
Rudianur menyebutkan kondisi pasar itu kini tidak lagi terlihat seperti aset yang nilainya fantastis. Di situ seakan menjadi kawasan kumuh, bahkan tidak ada pemeliharaan dan pembersihan dari pihak pemerintah daerah.
Persoalan yang mereka temukan di lokasi itu seperti bangunan plafon rusak, rolling door rusak, sejumlah los atau lapak dijadikan tempat buang air, dinding dicoret, dan atap bocor.
Rudianur menduga dengan tidak berfungsinya aset itu memang ada permasalahan. Namun dia tidak mau lebih jauh menelusurinya , apalagi sudah ditelusuri aparat penegak hukum dari Kejaksan Negeri Kotim.
--page
Rudianur mendesak agar pasar itu sesegera mungkin dioperasionalkan. Bahkan dia meminta agar pedagang yang di pinggiran jalan S. Parman itu bisa ditata ulang.
"Cepat operasionalkan, jangan dibiarkan jadi tempat maksiat," kata politisi Partai Golkar tersebut. (NACO/B-2)








