SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kesejahteraan guru honorer yang bertugas di Kabupaten Kotawaringin Timur terbilang cukup rendah.

Kondisi itu tentunya sangat perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Karena selama ini mereka hanya mendapatkan gaji yang dibiayai oleh dana bantuan operasional sekolah (BOS). 

"Saat ini yang masih kami perjuangankan adalah peningkatan gaji guru honorer, karena masih jauh jika dibandingkan guru yang sudah berstatus pegawai negeri maupun kontrak daerah," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi, Selasa, 2 Juli 2019. 

Guru honorer di Kotim memiliki tugas yang sama dengan para guru yang sudah pegawai negeri dan kontrak daerah. Yakni mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas, sehingga sudah sepatutnya diperhatikan. 

Apalagi saat ini kisaran gaji mereka sangat jauh dibandingkan pegawai negeri dan kontrak daerah, yakni hanya berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta saja, sehingga sangat jauh daripada kata cukup. 

--page

Pemerintah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer sekolah. Salah satunya melalui dana BOS daerah.

Pihaknya juga akan menggali bantuan dari pihak ketiga berupa perusahaan besar swasta (PBS) sebagai upaya membantu meningkatkan kesejahteraan guru honorer. 

"Mudah-mudahan hal tersebut dapat segera terealisasi, sehingga kesejahteraan guru honorer bisa terwujud," harapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)