KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Bencana kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla dibeberapa wilayah di Indonesia telah menjadi isu nasional, bahkan internasional akibat kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut. 

Wakil Bupati Kapuas, Nafiah Ibnor menegaskan dalam penanganannya perlu kerja sama semua pihak, baik Pemerintah, TNI - Polri, swasta dan masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya Karhutla.

“Dengan datangnya awal musim kemarau ini dan dengan adanya fenomena El-nino moderat dari April 2019 hingga Oktober 2019, maka perlu menjadi perhatian bagi kita semua," ucap Nafiah dalam Rakor karhutla, Selasa, 2 Juli 2019.

Semua pihak itu di antaranya pemerintah daerah, TNI/Polri, tokoh masyarakat maupun perusahaan besar swasta untuk mencegah dan meminimalisasi bencana Karhutla.

"Terlebih ini untuk mewujudkan Kalteng bebas asap 2019 diperlukan adanya langkah kongkrit yang harus dilakukan dengan mengedepankan upaya pencegahan melalui penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat," katanya 

--page

"Serta mengerahkan seluruh kekuatan yang ada di tingkat kecamatan dan desa termasuk camat, lurah, kepala desa, kapolsek, Danramil, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat," lanjutnya.

Dia berharap tahun ini di Kapuas bisa meminimalisasi terjadinya bencana Karhutla atau bahkan tidak ada kejadian itu. "Sehingga masyarakat tetap nyaman saat beraktivitas," tukasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)