SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 4,5 hektare lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terbakar pada Juni 2019. Hal itu menjadi perhatian pemerintah kabupaten karena saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau. 

"Pada Juni 2019, setidaknya ada 4,7 hektare lahan yang terbakar. Yang terjadi di enam tempat berbeda," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Selasa, 2 Juli 2019. 

Enam kasus kebakaran lahan tersebut terjadi di empat kecamatan, yakni Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Pulau Hanaut, dan Mentaya Hilir Selatan. Semua k\ebakaran tersebut berhasil dipadamkan. Sehingga tidak terus meluas.

"Semuanya berhasil dipadamakan, dan saat ini terus waspada dengan kejadian serupa," kata Yusup. 

Sementara itu, sepanjang 2019, setidaknya ada 18 kali kebakaran hutan dan lahan di Kotim, dengan 15 titik panas yang terpantau BMKG.

"Hal ini menjadi perhatian kami, karena dikhawatirkan kebakaran terus meluas. Dan bisa menumbulkan terjadinya kabut asap pekat seperti beberapa tahun lalu."

"Kami tidak ingin kabut asap pekat terjadi lagi di Kotim ini. Sehingga antisipasi terus akan kami lakukan," tegas Yusup. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)