BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Memasuki musim kemarau dan berkurangnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir, membuat bencana kebakaran hutan dan lahan atau karhutla dikhawatirkan.
Terkait itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Kapuas Panahatan Sinaga ada 4 wilayah yang rawan bencana karhutla, dan jadi perhatian pihaknya memasuki musim kemarau tahun ini.
"Ada empat kecamatan yang rawan, yakni Kecamatan Mantangai, Dadahup Kapuas Murung dan Basarang. Ini wilayah yang harus kita waspadai," ucap Panahatan Sinaga kepada wartawan, Rabu, 3 Juli 2019.
"Tapi tetap, seluruh wilayah akan terus dipantau agar dapat cegah karhutla," lanjutnya.
Dalam mencegah terjadinya karhutla tersebut pihaknya pun sudah melakukan berbagai upaya. "Kami sudah bergerak dengan melakukan patroli, sosialisasi dan melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk mengawasi dan menjaga hutan dan lahan di sekitar," katanya.
--page
Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari terjadinya karhutla dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan. "Karena tidak sedikit juga terjadi kebakaran hutan dan lahan itu karena manusia. Kami imbau selalu waspadai itu," tuturnya.
Untuk itulah, dirinya berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama berkomitmen dalam mencegah terjadinya bencana karhutla. "Sehingga kita semua tetap nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," harapnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-2)








