BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Stunting terjadi karena kegagalan pertumbuhan serta tidak cukup asupan zat gizi yang berlangsung lama dari usia kehamilan O bulan sampai usia kehamilan 24 bulan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan Mahidiniansyah menyebutkan, kondisi ini bisa mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan sehingga berdampak pada stuting.
Dampak jangka pendek perkembangan otak, kecerdasan, serta gangguan pertumbuhan fisik, gangguan metabolisme.
"Secara umum stunting mereka yang tinggi badan kalau diukur berat badan dengan umur tidak sesuai dengan standar," jelas Mahidini, Kamis 4 Juli 2019.
Menurut Mahdini, dampak jangka panjang stuting yang tidak ditangani dengan baik akan menurunkan kecedasan otak menurunkan kekebalan tubuh sehingga anak mudah sakit dan resiko tinggi lainnya muncul penyakit metabolisme, penyakit jantung atau penyakit pembuluh darah.
--page
"Tentu kita semua tidak menginginkan ini. Mudah-mudahan para peserta dari Kepala Desa dan Camat dapat pencerahan stunting itu dan punya wawasan baru kalau balik ke desa dan kecamatan masing-masing," jelas Mahdini.
Sehingga bisa langsung menyampaikan kepada masyarakat menyangkut bahaya stunting serta upaya pencegahan stunting. (RENO/B-2)








