NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - lkatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Lamandau bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setemat, menggelar manasik haji bagi jamaah calon , Kamis, 4 Juli 2019.

Manasik haji kali ini diikuti 27 peserta asal Lamandau yang akan berangkat pada musim haji tahun 2019. Para peserta manasik haji tampak serius mengikuti pembekalan dari panitia.

Apalagi, panitia secara langsung menerapkan pola praktek atau simulasi, seperti halnya wukuf di Padang Arafah, Sa'i maupun Tawaf di berbagai tempat yang suasananya dibuat mirip seperti kala berhaji sungguhan.

Seperti halnya wukuf di Padang Arafah, para peserta manasik langsung mempraktekannya di alam bebas, salah satu bukit Nanga Bulik, tepatnya di belakang perkantoran yang disimulasikan sebagai Padang Arofah untuk lokasi wukuf. 

Wukuf di Arafah merupakan salahsatu rukun haji yang memiliki makna untuk mengingat pertemuan antara Nabi Adam dan Siti Hawa setelah keduanya diturunkan dari Surga ke Bumi. 

--page

Ketua Pelaksana Manasik Haji 2019, Subehan, mengatakan manasik yang diadakan bertujuan untuk membentuk jamaah calon haji betul-betul memahami tata cara berhaji sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Kegiatan ini bertujuan agar jamaah dapat memahami manasik dengan mudah dan benar. Serta dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan sempurna," kata Subehan.

Ada beberapa lokasi yang digunakan sebagai tempat mansik, misalnya halaman Masjid Baiturrahman, sebagai lokasi jamaah calon haji belajar tawaf. (HENDI NURFALAH/B-11)