PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Manajemen PT Yessoe Travel telah mengantarkan sekitar 12 orang korban selamat dalam kecelakaan tunggal bus Yessoe di Kabupaten Lamandau, menuju tujuan awal mereka yaitu bekerja di Sampit.

Ke-12 korban selamat itu diantar dengan menggunakan satu unit mobil Elf, Kamis, 4 Juli 2019 pagi.

Hal ini disampaikan Komisaris PT Yessoe Travel Evy Susiana saat jumpa pers, Kamis malam.

”Tadi pagi pada pukul 09.00 WIB kami memulangkan 12 orang ke tujuan semula mereka untuk bekerja  yaitu di Kota Sampit menggunakan satu unit Elf,” ujarnya di ball room Hotel Avilla.

Sebelum diberangkatkan menuju Kota Sampit, pihak PT Yessoe  Travel telah memberikan sejumlah uang santunan kepada 12 korban tersebut. Kemudian selama dalam perawatan di rumah sakit ada 11 orang dan 3 teman mereka yang mendampingi. Semua biayai mereka selama di Pangkalan Bun ditanggung PT Yessoe Travel.

--page

“Jadi selama mereka di sini (Pangkalan Bun), seperti makan ataupun kebutuhan pribadi, baik korban yang sedang dirawat maupun teman mereka yang mendampingi, semua dibiayai oleh PT Yessoe Travel,” jelasnya.

Selain itu, Evy Susiana mengklarifikasi tentang kecelakaan tunggal yang terjadi di ruas jalan trans Kalimantan, Desa Panopa, Kabupaten Lamandau pada Senin,  1 Juli 2019.

Ia menuturkan, bus dengan nomor polisi KH 7121 GI meluncur dari Kota Pontianak, Kalbar, menuju Kota Sampit Kalteng. Bus membawa rombongan tenaga kerja sebanyak 45 orang. Dalam kecelakaan itu, 3 orang meninggal dunia, dan 3 orang luka berat. Seorang di antaranya kritis hingga sekarang dan masih dalam proses penanganan pihak rumah sakit RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun.

Selain itu, belasan penumpang mengalami luka ringan dan sisanya melanjutkan perjalanan ke Kota Sampit menggunakan bus PT Yessoe Travel.

Beberapa bentuk tanggung jawab yang sudah dilakukan pihak Yessoe di antaranya memulangkan 3 jenazah dan 6 orang pendamping ke Kota Medan pada Selasa, 2 Juli 2019. Jenazah dan pendamping dipulangkan menggunakan pesawat Nam Air pada pukul 15.00 WIB dari Bandara Iskandar, Pangkalan Bun.

--page

“Semua biaya transportasi sepenuhnya ditanggung PT Yessoe Travel. Selain itu, pihak keluarga menerima santunan dari Jasa Raharja untuk korban meninggal dunia, ditambah santunan dari pihak travel kepada keluarga yang mendampingi,” ungkapnya.

Kemudian pada Rabu, 3 Juli 2019, sebanyak 10 orang yang dirawat di RSUD Sultan Imanuddin, meminta keluar dari rumah sakit dan melakukan rawat jalan atas persetujuan dokter.

Ke-10 orang tersebut diizinkan untuk keluar dan semestinya beberapa di antaranya masih harus dilakukan perawatan. Namun, atas permintaan sendiri mereka ingin melakukan rawat jalan dan sudah menandatangani surat pernyataan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yaitu korban dan PT Yessoe Travel.

Saat ini, masih ada 1 orang korban kritis yang dirawat di RSUD Sultan Imanuddin. Pihak RSUD menyatakan tidak menyanggupi tindak lanjutan terhadap korban karena keterbatasan tenaga dokter dan peralatan. Oleh karena itu, korban tersebut akan dirujuk ke Rumah Sakit Colombia Asia, Semarang.

“Korban tersebut akan diberangkatkan Jumat pagi menggunakan pesawat pada pukul 08.00 WIB. Semua biaya korban sepenuhnya ditanggung oleh PT Yessoe Travel,” ungkap Evy Susiana. (DANANG/B-3)