BORNEONEWS, Sukamara - Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Sukamara, Wariyanto mengatakan, tantangan pembangunan di bidang pertanian semakin berat.
"Ke depan tantangan yang akan kita hadapi dalam membangunan pertanian untuk lebih maju akan semakin berat," ucap Wariyanto, Sabtu, 6 Juli 2019.
Menurutnya, berbagai keberhasilan pembangunan pertanian yang sudah dicapai dan ketidakberhasilan yang dialamai saat ini akan dijadikan sebagai landasan perbaikan pelaksanaan tugas-tugas ke depan.
"Tantangan dalam pembangunan pertanian secara umum adalah kenyataan bahwa pertanian didominasi oleh skala kecil, lahan sempit, keterbatasan modal dan pendidikan rendah," ujar Wariyanto.
"Sehingga produktivktas usaha tani yang dihasilkan masih rendah, karena belum sepenuhnya mampu menerapkan teknologi spesifikasi lokal, efisien dan belum mampu meningkatkan produksi sehingga berdampak pada tingkat pendapatan masyarakat tani masih rendah," ungkapnya.
--page
Lanjutnya, hal tersebut juga disebabkan masih rendahnya posisi tawar petani terhadap produk yang telah dihasilkan.
Wariyanto berharap, melalui momen Pekan Daerah (Peda) ke XII XII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), peserta asal Kabupaten Sukamara dapat memanfaatkan kegiatan dengan sebaik-baiknya, sebagai sarana belajar dan bertukar ilmu dengan peserta dari daerah lainnya.
"Jadikan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang masing-masing sehingga nantinya bisa bermanfaat untuk perbaikan serta peningkatan ketahanan pangan di Kabupaten Sukamara," harap Wariyanto. (NORHASANAH/B-2)








