BORNEONEWS, Muara Teweh – Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Siswandoyo mengharapkan jumlah kantong darah dan jenis golongan darah langka dapat dipenuhi.
Untuk itu perlu adanya program kerja sama antara puskesmas, UTD dan rumah sakit dalam pelayanan darah untuk menurunkan angka kematian ibu.
Menurutnya, Minggu 7 Juli 2019, pemenuhan kekurangan kantong darah ini bisa dilakukan dengan menerapkan prinsip portabilitas.
Prinsip ini dimaksudkan bahwa dalam pelaksanaan program kerja sama tidak mengenal batas wilayah dalam pemenuhan kebutuhan darah.
"Program ini bermanfaat ganda karena darah yang telah tersedia, namun tidak dipakai oleh ibu melahirkan bisa dipakai pasien lain yang membutuhkan. Untuk mewujudkan program ini perlu disusun mekanisme yang baik untuk mensinkronkan supply dan demand dari darah,” katanya.
--page
Mekanisme itu berupa jalinan kerja sama antara puskesmas, UPT serta rumah sakit untuk memastikan adanya pendonor darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan darah.
Program ini bisa diintegrasikan ke dalam program lain yang memiliki tujuan untuk menurunkan AKI seperti program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) yang sudah berjalanan di puskesmas.
“Penguatan P4K dilakukan melalui kerjasama antara puskesmas, UTD dan rumah sakit dalam pelayanan darah untuk menurunkan AKI di bawah regulasi pemerintah berupa Permenkes Nomor 92 Tahun 2015,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-6)








