BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Satpol PP Kota Palangka Raya yakin penguatan patroli dan sosialisasi bisa memeberikan shock therapy kepada masyarakat.
Masyarakat akan lebih berhati - hati dan tidak sembarangan membakar hutan dan lahan di sekitar tempat tinggalnya.
“Kami intensifkan patroli, kami saat ini berjuang melakukan interfensi kepada warga agar tidak membakar lahan,” kata Kepala Satpol PP Palangka Raya, Benhur melalui Kasi Bidang Penegakan Perda, Reanson Gantar, Minggu 7 Juli 2019.
Reanson mengingatkan masyarakat untuk sadar betapa menderitanya masyarakat Kalteng khususnya Palangka Raya saat dilanda kebakaran hutan dan lahan.
Sepertihalnya pada 2015 kebakaran hutan dan lahan memicu bencana kabut asap di Bumi Tambun Bungai Kalimantan Tengah.
--page
“Kita semua menderita, akibat perbuatan yang salah dilakukan oleh warganya sendiri yang membabi buta dengan membakar lahan,” terangnya. (HERMAWAN DP/B-6)








