KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun – Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Mas, Yuliana Elisabeth menyampaikan ada beberapa gejala yang muncul pada sapi saat terkena penyakit perut kembung.

“Penyakit ini disebabkan oleh menumpuknya gas dalam lambung sapi yang mengakibatkan pembesaran pada bagian rumen. Ini bisa dilihat dari bagian perus sebelah kiri terlihat membesar,” ujarnya, Senin, 8 Juli 2019.

Penyebab penyakit perut kembung pada sapi adalah memakan rumput yang basah dan kurang berserat.

Gejala umum penyakit perut kembung pada sapi di antaranya gerakan kurang lincah dan sering terjatuh, perut pada bagian kiri terlihat membesar dikarenakan gas tidak bisa keluar.

Gejala lainnya pernafasan sapi menjadi terganggu karena organ pernafasannya ditekan oleh membesarnya rumen dan jika kondisi sudah parah maka sapi bisa lumpuh kemudian mati.

--page

Untuk pencegahan dan pengobatan penyakit perut kembung pada sapi, poktan ternak diimbau jangan sering memberikan pakan rumputan yang masih basah di pagi hari.

Di samping itu, usahakan sapi banyak bergerak sehingga dapat mengurangi gas pada lambung.

“Jerami kering dapat diberikan untuk sapi pada pagi hari sebelum memakan hijauan jenis lain, dan berikan obat anti bloat,” ucapnya. (MAGANG 1/B-6)