BORNEONEWS, Palangka Raya - Manajemen Kalteng Putra melaporkan wasit yang memimpin laga antara Kalteng Putra melawan PSS Sleman ke PT Liga Indonesia Baru atau LIB.
Dalam laga yang berlangsung pada Minggu, 7 Juli 2019 malam itu, Kalteng Putra kalah dengan skor 0-2. Namun gol tersebut dinilai cukup merugi tim Laskar Isen Mulang.
"Hari ini kami laporkan ke PT Liga tembusan PSSI dan komisi disiplin. Kami sebagai klub, wajib melayangkan protes ini sebagai bentuk pembelajaran kinerja perangkat pertandingan ke depan," tegas Sekretaris Tim Kalteng Putra, Sigit Wido, Senin, 8 Juli 2019.
Sigit menuturkan pertandingan yang disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi itu sudah pasti ditonton oleh masyarakat Indonesia.
Berpengalaman di bola, pihaknya bukan hanya sekadar menonton tapi juga menelaah lebih dalam setiap hal yang terjadi.
--page
"Kita mengkaji sampai dalam dan berdasarkan kajian itu, kita sangat dirugikan oleh kepemimpinan wasit," ungkapnya.
Beberapa hal yang dirugikan yakni berkaitan dengan gol pertama. Ia menilai, pemain lawan sebenarnya lebih dulu offside tapi wasit termasuk hakim garis tidak mengangkat tanda tersebut.
"Gol kedua, didahului dengan pelanggaran. Di kotak penalti itu sentuhan sedikit saja sebenarnya pelanggaran. Tapi dibiarkan. Memang gol kedua ini tidak offside, namun ada pelanggaran lebih dulu yang seharusnya wasit menghentikan sebelum gol," bebernya.
Dalam masalah ini, Sigit tidak menuduh PSS Sleman tapi lebih kepada wasit yang memimpin. Ia juga percaya pascapemberantasan mafia bola sudah tidak ada hal kecurangan dalam setiap laga.
Namun, setelah melewati laga tersebut, sepertinya itu perlu menjadi bahan evaluasi bagi PSSI dan PT LIB.
--page
"Kami hanya protes untuk kinerja wasit kedepannya. Kita ingin publik tau sehingga PSSI dan PT Liga melakukan perbaikan,"
"Kalau memang salah, ya disanksi sesuai aturan. Jangan cuma memberikan sanksi kepada klub. Tapi juga ke wait supaya rull of the game-nya ditegakkan,"
"Umumkan ke publik donk bahwa ini loh kita hukum sekian. Jangan cuma klub saja, wasit nggak pernah. Padahal pangkalan persoalan sepakbola di Indonesia ada di perangkat. Klub itu dirugikan karena wasit," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)








