BORNEONEWS, Kuala Kurun – Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gunung Mas, Yuliana Elisabeth menyampaikan ada beberapa gejala yang muncul pada sapi, saat terkena penyakit caplak.
“Penyebab penyakit caplak adalah ektoparasit atau parasit yang hidup di luar tubuh,” ujarnya, Senin, 8 Juli 2019.
Caplak merupakan parasit yang hidup di luar tubuh atau liang-liang kulit, misalnya di kulit, rambut, rongga telinga luar, yang terdapat pada hewan ternak.
Gejala umum penyakit caplak pada sapi di antaranya pertumbuhan menjadi terganggu, kerusakan kulit dan miasis, serta iritasi dan penurunan produksi.
Yuliana menerangkan untuk melakukan pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit caplak, maka harus dilakukan penyemprotan badan sapi dengan larutan insektisida.
--page
Kemudian sapi tidak digembalakan untuk beberapa waktu guna menghindari bahaya infestasi baru di lapangan, lalu menjaga kebersihan lingkungan, dan memberikan obat anti parasite atau invermectin. (MAGANG 1/B-6)








