SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Wakil Bupati Sukamara, Ahmadi mengatakan faktor stunting pada balita bisa disebabkan pola asuh yang kurang baik, sehingga berdampak buruk terhadap pertumbuhan anak.

"Penyeban stunting bisa karena beberapa hal, bisa faktor dari si ibu," ucap Ahamadi, Selasa, 9 Juli 2019.

"Seperti pola asuh yang kurang baik, terutama pada prilaku dan praktek pemberian makanan pada anak. Kemudian ibu yang tidak memberikan asupan gizi yang cukup dan baik, ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan di masa kehamilan dan laktasi akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan otak anak," ujarnya.

Ahmadi melanjutkan stunting juga bisa disebabkan kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran yang terlalu dekat, serta rendahnya akses terhadap pelayaman kesehatan.

"Kurangnya asupan gizi yang diberikan akan mempengaruhi fisik, mental, emosional dan termasuk fisikologis dan sosial anak tersebut akan terganggu," terangnya.

--page

"Bahkan anak tidak bisa membaca, karena kukarang sel-sel saraf yang ada didalam otak," tuturnya. Ahmadi berharap dinas kesehatan fokus mengelola anggaran, termasuk dalam mengatasi permasalah stunting.

"Angaran yang diterima itu 10 persen, fokusnya dengan anggaran sebesar itu tidak ada lagi stunting diwilayah kita," pintanya. (NORHASANAH/b-6)