BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur sudah memasuki musim kemarau. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit, kemarau tahun 2019 ini cukup panjang.
"Dari pantauan kami, kemarau tahun ini diprediksi berlangsung hingga Oktober 2019 mendatang," ujar Kepala BMKG Bandara H Asan Sampit, Nur Setiawan, Selasa, 9 Juli 2019.
Terkait itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masysarakat di daerah ini untuk selalu hati-hati dengan kebakaran lahan. Jangan sampai ada yang sengaja membakar lahan, karena potensi meluasnya cukup besar.
"Saat ini memang masuk pada fase transisi dari musim hujan ke kemarau. Dan hal itulah yang harus diwaspadai, agar kebakaran lahan di Kotim tidak meluas," kata Nur Setiawan.
Dengan cukup panjangnya prediksi kemarau tersebut, Pemkab Kotim juga menaikan status siaga menjadi waspada kebakaran hutan dan lahan. Apalagi dalan sepekan terkahir sudah beberapa kali terjadi kebakaran lahan di Kotim.
--page
Tim Satgas Karhutla juga sudah membangun posko di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim. Agar bisa merespon secara cepat jika terjadi kebakaran di daerah ini, terutama di wilayah perkotaan.
"Tim sudah membangun posko. Dan kami akan selalu patroli untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan di daerah ini," terang Komandan Satgas Karhutla, Letkol Inf Sumarlin Marzuki. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








