BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meyakini, penguatan transparansi dan integritas dapat menekan potensi penyalahgunaan kekuasaan.
“Transparansi dan integritas dapat mengendalikan dan menghindari perilaku korupsi, yang termasuk juga di dalamnya monopoli kekuasaan,” kata Fairid saat membuka workshop kolaborasi tunas integrasi nasional di Aula Peteng Karuhei II, Kamis, 11 Juli 2019.
Di sana Fairid menekankan, korupsi merupakan musuh terbesar bangsa Indonesia. Karena dampak strukturalnya yang besar bagi pemerintah dan masyarakat.
“Dampak yang terasa dari korupsi sangat signifikan. Yaitu rusaknya struktur budaya dan moral akibat korupsi. Jadi integritas dan gerakan anti korupsi sangat penting,” tambah dia.
Ia menilai, gerakan anti korupsi ini perlu dimulai dari penanaman prinsip prinsip dan nilai-nilai anti korupsi sejak dini baik ke diri sediri maupun generasi muda.
--page
“Jadi kita sebagai warga negara Republik Indonesia harus berperan aktif di dalam lingkungan sebagai motor penggerak anti korupsi,” tegasnya. (HERMAWAN DP/B-2)








