BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok - Sebanyak 146 mahasiswa dari empat Institut Agama Islam Negeri atau IAIN, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata atau KKN di Barito Selatan.

Wakil Rektor III IAIN Palangka Raya, Sadiani mengatakan, dari 146 mahasiswa KKN di Barsel ini terdiri dari empat IAIN. Dengan rincian 131 mahasiswa IAIN Palangka Raya, 6 mahasiswa IAIN Palopo, 4 mahasiswa IAIN Jember, dan 5 mahasiswa IAIN Bangkalis.

Ratusan mahasiswa tersebut akan melaksanakan KKN di 15 kelurahan/desa di Kecamatan Dusun kecamatan dan Kecamatan Gunung Bintang Awai.

"Untuk di kecamatan Dusun Selatan, mahasiswa akan melaksanakan KKN di 8 desa. Yakni Desa Pemda Asem, Danau Sadar, Desa Baru, Teluk Telaga, Danau Ganting, Pamait, Sanggu, dan Tetei Lanan," jelasnya.

Sedangkan di Kecamatan Gunung Bintang Awai, lokasi KKN di 7 desa. Yakni Desa Palurejo, Wayun, Tabak Kanilan, Muka Haji, Sore, Patas 1, dan Patas II.

--page

"Mahasiswa ini akan melaksanakan KKN selama kurang lebih 1,5 bulan dari 11 Juli - 27 Agustus 2019 mendatang," kata Sadiani.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Barsel, camat, hingga , kades yang sudah membantu memfasilitasi KKN ini. Mulai dari transportasi dan pemondokan mahasiswa.

Pihaknya juga berharap kerjasama dalam bentuk pelaksanaan KKN di Barito Selatan pada 2020 mendatang.

Dia menekankan kepada mahasiswa, agar KKN ini dapat dijadikan sebagai media untuk belajar, dan menimba wawasan, serta pengetahuan, dan keterampilan. Sehingga seusainya belajar dari kampus dapat beradaptasi, berkompetisi secara sehat, serta berperan secara maksimal di tengah masyarakat.

"Jadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk menunjukan karya nyata yang bermanfaat. Sehingga bisa dirasakan masyarakat, baik jangka pendek maupun jangka panjang," ucap dia. 

--page

Jadikan KKN, sebagai media mendekatkan, dan mengenal PTKIN, baik nasional maupun kepada semua lapisan masyarakat. Serta sebagai wadah menimba pengalaman, dan pembelajaran. 

"Untuk itu saya berharap kepada mahasiswa agar dapat menjalin komunikasi, dan koordinasi secara maksimal kepada aparat kelurahan, desa, dan kecamatan serta pihak terkait, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan program kerja selama KKN," pinta dia.

Sementara, Pj Sekda Barsel Syahrani mengucapkan terima kasih, karena di daerah ini dijadikan sebagai tempat dilaksanakannya kuliah kerja nyata mahasiswa.

"Karena melalui kegiatan ini, kita bisa melakukan kerjasama dalam hal membangun masyarakat desa. Masyarakat desa perlu pembinaan, dan pendampingan dari mahasiswa, dan mahasiswa juga bisa belajar terkait permasalahan di desa," ucap dia.

Dengan demikian, akan membuka wawasan masyarakat dan mahasiswa dalam mengkaji kondisi, maupun permasalahan yang ada di desa. (URIUTU DJAPER/B-11)