BORNEONEWS, Muara Teweh - Danramil 1013/06 Lahei, Kapten Inf Praptopo, Kamis 11 Juli 2019, mengatakan, pendampingan optimalisasi golden period atau periode emas tahun 2019, untuk menciptakan SDM yang unggul dan siap bersaing.
“Oleh karena itu, momentum pendamping optimalisasi golden period dapat dijadikan sebagai penggugah kesadaran kolektif. Untuk mendapatkan SDM unggul tidak terjadi begitu saja. Harus direncanakan dan disiapkan,” kata Praptopo.
Dia mengatakan, kepedulian terhadap perkembangan anak dalam masa periode emas sangat penting. Hal ini merupakan tanggungjawab utama orang tua.
Selain orangtua, sebagai masyarakat beradab yang terstruktur dalam komunitas modern, secara sistemik, semua elemen bangsa juga bertanggungjawab.
“Dengan SDM unggul, kita akan mampu menatap masa depan. Untuk itu perlu keterlibatan semua pihak,” katanya.
--page
Praptopo menambahkan, pemenuhan gizi yang optimal selama masa 1000 hari pertumbuhan memiliki peranan penting.
“Periode 1000 hari pertama sering disebut periode emas (Golden Period) yaitu masa, sejak anak dalam kandungan sampai usia 2 tahun,” jelasnya.
Pada periode ini terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat, yang mendukung seluruh proses pertumbuhan anak dengan sempurna. Periode ini penting. Kekurangan gizi pada periode emas tidak dapat diperbaiki ke depannya.
“Jika kekurangan gizi, anak berpotensi menderita stunting karena pertumbuhan jasmani terhambat. Anak akan menjadi lemah dan mudah sakit, dan sulit mengikuti pelajaran di sekolah,” jelasnya. (RAMADHANI/B-11)








