BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menyampaikan 10 poin penting dalam pembekalan kesiapsiagaan menghadapi bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kamis, 11 Juli 2019.
Pesan ini disampaikan melalui Asisten II Setda Kalteng Nurul Edy. Berikut isinya.
Pertama, melakukan pendekatan sosial budaya melalui sosialisasi, penyuluhan dan kampanye yang bersifat persuasif, edukatif untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, dan dunia usaha.
Ke 2, bentuk kampanye, imbauan serta penyebaran leaflet dan poster, pemasangan papan peringatan dan spanduk.
Ke 3, memberikan maklumat larangan tidak membakar hutan dan lahan kepada masyarakat dan perusahaan sampai ketingkat desa.
--page
Ke 4, identifikasi ancaman dan kerentanan untuk menilai risiko bencana sebagai dasar peringatan dini.
Ke 5, penerapan rencana kontijensi bencana karhutla dan aktivasi rencana operasi penanganan darurat bencana.
Ke 6, rapat koordinasi terpadu melibatkan seluruh elemen.
Ke 7, inventarisasi semua sumber daya yang dimiliki dan indenfikasi sumber daya yang tersedia, sehingga bisa dimanfaatkan untuk dimobilisasi saat keadaan darurat.
Ke- 8 menciptakan sistem informasi yang mudah diakses, dimengerti dan disebarluaskan secara bertanggungjawab.
Ke 9 melakukan pendidikan, pelatihan dan peningkatan kapasutas aparat pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.
--page
Ke 10 melakukan gladi dan simulasi untuk menguji lapangan dan harus dilakukan secara berkala agar masyarakat bisa membiasakan diri. (BUDI YULIANTO/B-6/Adv)








