KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap para penderita kanker, Eko Subiyantoro akan bersepeda seorang diri dengan jarak tempuh mencapai 1.300 kilometer.

Lali-laki kelahiran 1972, itu memulai solo touring bersepeda sejak 16 Juli 2019. Ia berangkat dari Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, dengan target finis Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam perjalanannya menuju Pontianak, Eko Subiyantoro yang merupakan pendiri komunitas Tangan-Tangan Relawan, singgah di Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapus, Provinsi Kalimantan Tengah. Ia tiba di Kuala Kapuas pada Selasa, 17 Juli 2019 sore.

Kedatangannya disambut Wakil Bupati Kapuas M Nafiah Ibnor didampingi Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Suwarno Muriyat beserta jajarannya.

Pada kesempatan itu, Eko Subiyantoro berdiskusi mengenai deteksi dini kanker bersama sejumlah anggota komunitas serta organisasi di Kabupaten Kapuas.

--page

Laki-laki yang bekerja sebagai ASN di Kementerian Kehutanan RI itu menyampaikan bahwa perjalanannya, selain untuk menggalakkan kampanye deteksi dini terhadap kanker, sekaligus melakukan penggalangan dana yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan atau pembelian rumah singgah kanker anak.

Rumah singgah yang nantinya diberi nama Rumah Kita itu diperuntukan bagi anak-anak penderita kanker permanen.

Dia juga menjelaskan bahwa untuk penyakit kanker tidak bisa hanya diatasi oleh pasien dan keluarga, tetapi diperlukan bantuan-bantuan dari semua pihak.

“Berdasarkan data dari RSUD Ulin Banjarmasin, untuk kejadian kanker selama dua tahun (2013-2015) terdapat 158 kasus baru, terdiri dari anak laki-laki sebanyak 93 kasus dan anak perempuan 65 kasus," katanya.

"Sedangkan untuk jenis kanker terbanyak yaitu leukemia limfoblastic akut dengan usia tersering 1 - 4 tahun,” lanjutnya Eko.

--page

Dia berpesan kepada generasi muda untuk selalu peduli terhadap sesama. "Saling membantu bila ada yang kesusahan dan berani bergerak untuk memulai sesuatu yang sifatnya kebaikan serta untuk selalu  bersyukur terhadap segala sesuatu karena pasti ada pelajaran yang dapat dipetik dari hal tersebut," tuturnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-3)