BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perampok yang mengikat kaki dan tangan, serta melakban mulut dan mata Kardianto, 30, ternyata melonggarkan lakban di mulut dan mata penjaga malam Kantor Pengadilan Agama (PA) Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), itu sebelum kabur.
Humas PA Pangkalan Bun Ahmad Zuhri menceritakan, pipi kanan bagian atas Kardianto lebam akibat dipukul perampok yang diduga berjumlah dua orang.
Selain itu, menurut Zuhri, lantaran mikrotik, PC server CCTV, diambil para perampok, pihakya tidak mempunyai data video yang memperlihatkan bagaimana cara pelaku kriminal tersebut beraksi.
"Berdasarkan dugaan kami, pelaku tersebut lari melalui bagian samping belakang kantor dengan cara melompati tembok," jelas Zuhri.
Akibat peristiwa perampokan yang terjadi Rabu, 17 Juli 2019 dini hari itu, jadwal persidangan terpaksa tertunda hingga siang hari.
--page
"Bukan hanya itu, data-data yang kami input-kan dalam empat laptop yang diambil perampok turut hilang. Padahal beberapa hari ini kami lembur melakukan input data guna verifikasi akreditasi Pengadilan Agama," tutur Zuhri. (WAHYU KRIDA/B-3)








