BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Rapat koordinasi atau Rakor penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla dilaksanakan di tingkat Kecamatan Seruyan Hilir digelar di Aula Kantor Kecamatan Seruyan Hilir Jalan S. Parman Desa Persil Raya, Kecamatan Seruyan Hilir, Rabu 17 Juli 2019.
Yang terlibat dalam rakor tersebut Sekretaris Camat Seruyan Hilir Ruspandian Noor, Kapolsek Seruyan Hilir Iptu Setiyono, Danramil Kuala Pembuang Letda Inf Markoes, dan pihak BPBD Kabupaten Seruyan serta
Lurah, Kapala Desa dan BPD seluruh Kecamatan Seruyan Hilir sebanyak 25 Orang.
Dalam rakor tersebut disebutkan bahwa status siaga darurat ditetapkan selama tiga bulan, sejak Juli hingga September 2019. Dan semua tim terlibat mulai bekerja.
"Kalau sudah masuk dalam status siaga, di lapangan begitu ada api langsung beraksi untuk memadamkan api kemudian menghubungi pihak terkait untuk melaksanakan pemadaman bersama," ungkap Kapolsek Seruyan Hilir Iptu Setiyono.
--page
Setiyono menyebutkan sebelumnya langkah pencegahan dengan melakukan sosialisasi telah dilakukan oleh personil Polsek Seruyan Hilir persentase hotspot atau titik panas di wilayah Polsek Seruyan Hilir.
"Harapan kami dari satgas, kita butuh bantuan dari masyarakat, siapa pun yang melihat titik api segera laporkan ke kami, agar satgas karhutla bisa langsung bertindak, tidak menunggu monitor satelit," pungkasnya. (RENO/B-5)








