PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Masalah kabut asap selalu menjadi persoalan yang hampir terjadi tiap tahunnya saat musim kemarau. Dampak dari pembakaran hutan dan lahan ini menjadi pemandangan khas yang terus melekat di bumi Kalimantan.

Persoalan ini pun  ditanggapi oleh para aktivis lingkungan hidup yang merasa kondisi lingkungan yang seperti ini menandakan kurang maksimalnya pemerintah melalui pihak terkait dalam penanganan kebakaran hutan juga lahan. Sehingga kejadian yang sama selalu saja terjadi tiap tahunnya.

Menurutnya, program pemerintah yang gencar dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan belum terlihat progresnya secara signifikan. Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan hanya berjalan ditempat.

“Kejadian seperti ini sudah jadi fenomena klasik. Ini pertanda kalau pencegahn yang diakukan itu belum maksimal dan efektif,” ujar aktivis pemerhati ingkungan hidup Aryo, Rabu, 17 Juli 2019.

Lebih jauh, Kalteng untuk bisa bebas asap perlu tindakan yang lebih serius yang melibatkan seluruh stakeholder. Termasuk juga melibatkan msyarakat sebagai pelaku utama pencegahan dan penanganan masalah kebakaran hutan dan lahan yang menjadi agenda tahunan di Kalteng.

--page

“Sosialisasi bagus, masyarakat kecil harus disadarkan dan diyakini betul bahwa masalah karhutla merupakan masalah bersama yang tidak bisa diatasi oleh satu dua pihak. Kalau melibatkan masyarakat secara langsung dan masyarakat sendiri yang menjadi pelaku utama dalam mencegah masalah ini diyakini bebas api dan bebas asap bisa tercipta di Kalteng,” jelasnya. (AGUS/B-2)