BORNEONEWS, Palangka Raya - Kondisi Kota Palangka Raya saat ini mulai mengkhawatirkan lantaran kabut asap tipis mulai terlihat.
Meski tipis, namun kondisi ini telah cukup mengganggu masyarakat. Terlihat dari mulai bermunculannya beberapa status masyarakat Kota Palangka Raya di media sosial yang mengeluhkan kabut asap dan kerusakan alat pendeteksi indeks standar pencemaran udara atau ISPU.
"Sudah mulai terasa, walau tipis, tapi sudah mulai mengganggu pernapasan," kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Subandi kepada Borneonews, Kamis, 18 Juli 2019.
Bencana kebakaran hutan dan lahan, lanjut politisi Golkar ini berdampak negatif pada berbagai sisi kehidupan masyarakat.
"Bahan-bahan yang terkandung dalam asap hasil pembakaran lahan itu kan bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti iritasi dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)," tuturnya.
--page
Selain itu kabut asap juga dapat mengganggu transportasi, menyebabkan kerusakan ekologis, penurunan kunjungan pariwisata, gangguan di bidang ekonomi, kesejahteraan, pendidikan hingga kesehatan. (TESTI PRISCILLA/B-6)








