BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Bappenas Bidang Pengembangan Regional, Rudy S Prawiradinata, memaparkan berbagai alasan Ibu Kota Negara Indonesia harus pindah ke Kalimantan.
"Kalimantan itu memenuhi Indonesia sentris. Sebenarnya ada juga Sulawesi, tetapi lebih optimalnya di Kalimantan," kata Rudy S. Prawiradinata, pada dialog nasional pemindahan ibukota negara di Palangka Raya, Jumat 19 Juli 2019.
Selain itu, lanjut dia, konversi lahan terbesar sudah terjadi di pulau Jawa. Proporsi konsumsi lahan terbangun untuk Pulau Jawa sudah mencapai angka di atas 40 persen.
Selain itu untuk pertumbuhan urbanisasi juga sudah sangat tinggi di kawasan Jabodetabek. Konsentrasi penduduk terbesar sudah terjadi di Jabodetabekpunjur
"Jabodetabekpunjur memiliki jumlah penduduk yang mencapai 32,78 juta orang. Begitu juga dengan Jakarta sendiri yang mencapai 10,28 juta orang penduduk," terang dia.
--page
Selain itu, beban Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Indonesia terus meningkat sampai saat ini. Beban ini menurunkan daya dukung lingkungan dan memicu besarnya kerugian ekonomi.
"Memang sudah saatnya Ibu Kota Pemerintahan pindah ke Kalimantan," sebut Rudy. (HERMAWAN DP/B-11)








