PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu juga menghadiri kegiatan dialog interaktif soal pemindahan ibu kota negara RI ke Kalimantan.

Kegiatan yang diinisiasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ini berisi paparan para ahli terkait potensi Kalimantan Tengah sebagai ibu kota negara.

Hadir pula dari Pemerintah Kota Palangka Raya beberapa dinas teknis di sektor terkait seperti salah satunya Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya.

Selain sejumlah pejabat tingkat kota, juga tampak sejumlah pejabat tingkat kabupaten di Kalimantan Tengah lainnya.

Sementara itu, paparan utama terkait kesiapan segitiga emas wilayah ibu kota negara di Kalimantan Tengah disampaikan oleh Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran.

--page

Selain gubernur nampak hadir sebagai pemateri utama ada Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Rudy S Prawiradinata, kemudian Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Palangka Raya, Sulmi Gumiri.

Di samping itu hadir pula narasumber kompeten dibidang gambut, Deputi II Kontruksi, Operasi dan Pemeliharaan Badan Restorasi Gambut, Alue Dohong. Hadir pula Dekan Fisip Universitas Palangka Raya, Kumpiady Widen. 

Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dalam paparannya mengaku optimis dan yakin ibu kota pemerintahan RI dapat berdiri di Kalimantan Tengah. Ia dengan lantang menegaskan daerah ini sangat pantas ditetapkan sebagai ibu kota negara. 

"Kalteng itu memiliki lahan yang sangat pantas. Masyarakat Kalteng terbuka, sumberdaya air juga melimpah," ucap Sugianto, di Hotel Luansa, Jumat, 19 Juli 2019. (HERMAWAN DP/B-5)