PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Profesor Kumpiady Widen, Dekan FISIP Universitas Palangka Raya mengatakan bahwa budaya ladang berpindah yang selama ini dianut masyarakat suku Dayak bisa diubah jika Kalteng terpilih menjadi ibu kota negara Republik Indonesia.

Hal ini dikatakan Prof Kumpiady kepada Borneonews saat diwawancarai usai menjadi narasumber dalam Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara bertajuk "Kalimantan untuk Indonesia", di Hotel Luwansa pada Jumat, 19 Juli 2019.

"Masyarakat suku Dayak itu sebenarnya petani yang bekerja keras, tapi masih belum cerdas. Kehadiran Ibu Kota Pemerintahan RI itulah yang nantinya membuat masyarakat suku Dayak menjadi petani pekerja keras dan cerdas," kata Prof Kumpiady.

Petani berpindah ini menurut Prof Kumpiady hanyalah budaya, sehingga bisa saja diubah. Sebagai contoh, budaya Wadian Dadas yang dulu dilakukan warga Suku Dayak untuk menyembuhkan orang sakit, kini diubah menjadi aset pariwisata.

"Begitu pula dengan ladang berpindah ini. Jika Kalteng menjadi Ibukota Pemerintahan kita yakin budaya ini akan bisa diubah dan tentu pemerintah akan mencari solusinya. Kalau menjadi Ibukota Pemerintahan RI maka yang kita bicarakan ini adalah meliputi Pemerintah Pusat juga, bukan hanya Pemerintah Daerah, yang berarti akan berkaitan dengan dana anggaran pusat dalam APBN juga, bukan hanya APBD," bebernya.

--page

Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara dengan sub judul Menuju Ibu kota masa depan yang smart, green, beautiful, dan sustainable tersebut diawali dengan paparan dari Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional, Rudy S Prawiradinata dan dilanjutkan dengan paparan dari Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran.

Setelah itu dilanjutkan dengan sesi dialog dengan Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional dan Gubernur Kalteng tetap menjadi narasumber, ditambah dengan narasumber lain yakni Alue Dohong, Deputi II Konstruksi, Operasi, dan Pemeliharaan, Badan Restorasi Gambut atau BRG, Profesor Sulmin Gumiri yang menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Palangka Raya, serta ada juga Profesor Kumpiady Widen, Dekan FISIP Universitas Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/B-5)