BORNEONEWS, Palangka Raya – Deputi II Kontruksi, Operasi, dan Pemeliharaan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, Alue Dohong mengatakan, dalam pembangunan infrastruktur jalan raya di wilayah ibu kota negara yang baru diperlukan suatu pertimbangan khusus.
Alasannya karena dalam wilayah ibu kota negara tersebut diapit oleh wilayah gambut yang cukup luas. Sehingga dalam pembangunan jalan raya tidak hanya berdampak bagus bagi pembangunan namun juga gambut yang ada di dalamnya.
Menurut Alue Dohong, salah satu cara pembangunan infrastruktur jalan dengan membuat jalan elevated atau jalan layang seperti halnya di wilayah gambut di Tumbang Nusa. Dengan jalan layang tersebut pertumbuhan gambut tetap terjaga bagus, dan fungsinya sebagai penyimpan air juga bisa berjalan baik.
“Untuk infrastruktur jalan, kalau dibangun di atas gambut dan gambutnya sangat dalam, sebetulnya sangat bagus kalau dibuat sistem elevated atau jalan layang, itu sangat berpengaruh pada pertmbuhan gambut,” jar Alue Dohong, Jumat, 19 Juli 2019.
Ia menambahkan jika dengan pembangunan jalan layang seperti itu tidak akan memakan banyak biaya. Karena dalam pembangunan jalan diatas tanah gambut yang tidak stabil akan mengakibatkan jalan yang sdah dibangun akan membat jalan yang sudah dibangun akan cepat rusak.
--page
“Infrastruktur secara elevated lebih tahan lama. Lebih murah secara cost juga sebetulnya, daripada kita bangun jalan di atas gambut, tiap tahun rusak dan tiap tahun kita overlay,” tandasnya. (AGUS/B-5)








