BORNEONEWS, Sukamara - Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi mengingatkan agar masyarakat di Bumi Gawi Barinjam tidak perlu khawatir dengan rencana didatangkannya warga transmigrasi di Kabupaten Sukamara.
Program tersebut adalah upaya pemerintah untuk meningatkan pembangunan, dan memotivasi masyarakat agar bisa semakin maju dan berkembang lebih baik.
"Salah satu contoh, kita lihat, trans yang sudah berhasil ini di daerah Balai Riam, otomatis masyarakat kita melihat betapa mereka sukses. Sehingga kedatangan mereka ini jangan dijadiakan sesuatu hal yang ditakuti," ucap H Ahmadi, Sabtu, 20 Juli 2019.
"Justru ini akan menjadi tantangan, peluang bagi masyarakat setempat untuk bebuat lebih baik dari itu," tuturnya.
H Ahmadi menyakini, masyarakat di Kabupaten Sukamara dapat membaur dengan warga trasmigrasi tersebut, serta mampu bersaing untuk memajukan wilayah.
--page
"Tetapi saya yakin, masyarakat kita sudah terpelajar, ada yang sudah pendidikan SMA dan lain sebagainya, jadi membaurlah dengan mereka, ilmunya yang kita ambil, kerjasama dan lainnya untuk kemajuan desa setempat," katanya
"Kalau tidak, ya seperti itu-itulah, seperti Desa Sungai Baru itu, sampai kapanpun seperti itu kalau tidak ada orang, jumlahnya hanya 200 jiwa," ujar H Ahmadi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tranmsigrasi (Nakertrans) Sukamara, Evi Andriani mengatakan, bahwa pemerintah daerah mewacanakan pengusulan Rencana Teknis Satuan Pemukiman (RTSP) transmigrasi Desa Sungai Baru dengan luasan 400 Hektar.
"Kita ada wacana memasukan usulan ditahun 2019 melalui kementerian untuk melakukan RTSP Sungai Baru dengan luasan lahan sekitar 400 Hektar," kata Evi Amdriani.
Evi melanjutkan, lahan tersebut saat ini sudah dilakukan survei oleh pihak kementerian sehingga didapatkan luasan areal transmigrasi mendatang dengan fungsi lahan yakni Areal Penggunaan Lainnya (APL). (NORHASANAH/B-2)








