PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Kalimantan Tengah menjadi kandidat kuat tempat pemindahan ibu kota negara. Bahkan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran belum lama ini meyakini 99,9 persen pindah di Bumi Tambun Bungai.

Satu persen sisanya adalah kehendak dari Tuhan Yang Maha Esa. Jika nantinya benar Kalteng ditetapkan ibu kota negara.

Salah satu tokoh Dayak perempuan, Tuty Dau mengatakan harus siap menghadapi persaingan.

"Kita harus mensyukuri. Kedua masyarakat Dayak harus mampu memperjuangkan dirinya, keberadaan dirinya dalam persaingan," kata Tuty Dau ketika menghadiri acara pelepasan Napak Tilas Damai Tumbang Anoi di Betang Hapakat, Palangka Raya, Minggu, 21 Juli 2019.

"Artinya kita harus tahu bahwa nanti akan ada persaingan apa saja. Tapi jangan khawatir dan ragu. Kita harus yakin bahwa kita mampu bersaing di tanah berkah ini," imbuhnya.

--page

Terkait dengan Napak Tilas, Tuty Dau menyarankan tetap menjaga kebersamaan. Hal ini juga sesuai dengan apa yang diharapkan Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah Agustiar Sabran.

"Harus siap dalam segala bidang karena kita NKRI. Jadi kemampuan kita untuk maju harus kita asah terus supaya kita tidak tertinggal," tuntasnya. (BUDI YULIANTO/B-6)