BORNEONEWS, Sampit - Guna memperingati hari anak nasional pada 3 Agustus 2019 mendatang, Gerakan pemuda Kotawaringin Timur (Kotim), akan merefleksi hak anak-anak dalam permainan tradisional ataupun permainan zaman dulu.
Gerakan pemuda tersebut menamakan diri Hatukep Itah Samandiai, yang berkolaborasi dengan Gugus Depan Pramuka MAN Kotim.
"Ini upaya kami untuk merefleksikan hak anak-anak dalam permainan tradisional. Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional nantinya," ujar ketua panitia kegiatan, Nur Firmansyah, Selasa, 23 Juli 2019.
Kegiatan tersebut rencananya diikuti 500 anak tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kotim. Mereka akan diberikan kebebasan untuk memainkan permainan tradisional sepuasnya yang dibimbing langsung panitia.
Permainan itu seperti kelereng, kompak gambar, patok lele, asinan (behagaan), dakuan, lompat tali, tukupan, ontingan, simban dan ular tangga.
--page
"Ini kegiatan positif yang harus kita perjuangkan sama-sama. Karena merupakan bentuk dukungan untuk memberikan hak kepada anak-anak dalam bermain dan belajar. Selain itu juga untuk pelestarian budaya di tengah arus globalisasi saat ini," kata Firmansyah.
Sementara, peringatan hari anak nasional ini merupakan refleksi bagi masyarakat untuk kembali merenungi hal apa saja yg perlu diperjuangkan terhadap anak-anak bangsa ini.
Anak-anak yang sepantasnya menjalani kehidupan mereka dengan bermain dan belajar, terkadang menemui berbagai kendala. Seperti dari perekonomian keluarga, kemiskinan serta lingkungan yg kurang kondusif. Sehingga hal itu menyebabkan anak-anak mengambil peran tidak sesuai dengan porsinya.
"Kalau hal tersebut terus terjadi, maka bisa menggangu pertumbuhan dan perkembangan anak. Dan itulah yang kami khawatirkan, sehingga menggelar kegiatan tersebut," terang Firmansyah. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








